Sabtu, 16 Juli 2016

BUDAYA SILATURROHIM

مَنْ أَحَبَّ أنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِه ِوَيُنْسَأ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“ Barang siapa ingin dilapangkan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, maka ia sebaiknya menyambung hubungan kekerabatanya ”

Hadits ini merupakan salah satu dari hadits hadits yang menjelaskan tentang pentingnya silaturrohim dan bahayanya memutuskan silaturrohim. Hadits yang memerintahkan silaturrohim antara lain adalah hadits yang mempunyai arti  “ Barang siapa beriman kepada Allah dan Rosulnya, maka agar ia memulyakan tamunya, Barang siapa beriman kepada Allah dan Rosulnya maka agar ia menyambung kerabatnya. Barang siapa beriman kepada Allah dan Rosulnya, maka agar ia berkata baik atau diam” (Hadits disepakati oleh Bukhori dan Muslim )

Kata Silaturrohim atau Silaturrohmi yang berarti menyambung kekerabatan adalah kata yang sudah melaluai proses Isti`arah . yang seharusnya berarti menyambung alat reproduksi, diartikan menyambung kekerabatan. Karena pada dasrnya semua manusia dari asal yang satu.

Hadits diatas menjelaskan tentang manfaat silaturrohim, antara lain bahwa silaturrohim dapat melapangkan rizqi dan memanjangkan umur. Timbul pertanyaan dikalangan sebagian umat :  Bukankah rizqi dan ajal merupakan taqdir Allah ? Kalau silaturrohim dapat memperluas rizqi dan memanjangkan umur, itu artinya silaturrohim dapat merubah taqdir Allah ?

Dalam menjawab pertanyaan ini Ulama hadits menjelaskan bahwa artinya Allah akan memberi keberkahan terhadap rizqi orang yang bersilaturrohim dan keberkahan terhadap umur orang yang bersilaturrohim, ini artinya orang itu tetap mendapat rizqi sesuai ketetapan Allah, akan tetapi orang yang menerimanya dapat merasakan lebih dari ketetapan yang ada, mungkin anaknya pandai dan sehat, sehingga tidak perlu biaya banyak untuk pendidikan dan kesehatan. Sedang keberkahan umur para Ulama menggambarkan seperti anugrah anak yang sholeh dan ilmu yang bermanfaat. Meskipun orang itu sudah menunggal seakan akan ia belum meninggal, karena masih bisa menambah pahala lewat anaknya yang sholeh atau lewat murid muridnya

Silaturrohim ini bisa dilakukan dengan berbagai cara. Di Indonesia ini silaturrohim menjadi budaya yang harus direstarikan. Terutama pada saat hari raya `Idul Fitri, masyarakat Indonesia menyempatkan untuk menempuh jarak yang jauh dan melelahkan hanya untuk berkunjung pada kerabatnya. 

Sebagaimana yang telah dilakukan oleh guru dan karyawan SMP-MA NU Karangdadap ketika hari pertama masuk sekolah pada hari SABTU tanggal 16 Juli 2016 bersilaturrohim ke sejumlah pengurus MWC NU Karangdadap/pengurus SMP-MA NU Karangdadap dan para tokoh Karangdadap.

Berikut rangkaian kegiatan Silaturrohim guru dan karyawan SMP-MA NU Karangdadap :


(1) Diawali dengan silaturrohim (Halal bi Halal) antara guru dan karyawan SMP-MA NU
diaula MWC NU Karangdadap


(2) Dilanjutkan silaturrohim ke rumah Bp Drs H Abd Munir (mantan ketua pengurus)
SMP-MA NU Karangdadap
(3) Dan ke rumah Bp Muhibbin (Ketua Komite SMP-MA NU)


(4) Dilanjutkan silaturrohim ke rumah Bp H Slamet (Bendahara MWC NU) Karangdadap
Penyokong terbesar atas perjalanan MA NU Karangdadap


(5) Dilanjutkan  ke rumah Bp Farid Helmi (Kepala MA NU Karangdadap)



(6) Dilanjutkan silaturrohim ke rumah Ibu Hj Kholifah (Istri KH Wasi`in)
(7) Menuju ke rumah Bp H Asror Abd Rozaq (Ketua Tanfidziyah MWC Karangdadap)
(8) Dilanjutkan ke rumah Bp KH Agus Salim (Ro`is Syuriyah MWC Karangdadap)



(9) Ke rumah Bp Khudhor Bisri (Ketua Pengurus SMP-MA NU Karangdadap)
(10) Ke rumah Bp H Ahmad Shoni (Wakil Bendahara MWC NU Karangdadap)
(11) Makan makan di rumah Bp Muqoddam (Kepala SMP NU Karangdadap)
(12) Berakhir di rumah Bp Kyai Mustadzirin (Ro`is Syuriyah tsani MWC Karangdadap)
sekalian sholat berjama`ah dhuhur disana

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar