Rabu, 05 Oktober 2011

Kegiatan Pembelajaran Pasca Gejolak


-->
Hari Sabtu tanggal 6 Agustus 2011 adalah hari pertama masuk setelah libur awal Romadhon 1432 H, yang sebelumnya pada tgl 27 Juli 2011 terjadi Pelantikan Dewan Pengurus SMP NU (pengurus tandingan) dan Busro S Tirto sbg kepala sekolah oleh M Thohir.
Alhamdulillah berkah bulan suci romadhon, pada hari itu tidak terjadi apa apa  "walaupun sempat terdengar issu macam macam di masyarakat" karena untuk sementara SMP NU ditangani oleh PCNU Kabupaten Pekalongan secara langsung, adapun KBM ditangani oleh waka waka, terutama waka kurikulum yang bertanggung jawab langsung atas lancarnya kegiatan pembelajaran di sekolah.
Selama kurang lebih dua pekan (6 s/d 22 Agustus 2011) pembelajaran (pada bulan romadhon) berjalan dengan lancar, hak hak anak didik tersampaikan dengan baik sesuai jadwal yang ada sampai akhirnya ditutup dengan kegiatan buka bersama (antara Siswa, guru, karyawan dan pengurus)  yang dihadiri PCNU Kab Pekalongan (Drs H M Asir Su`bi) dan pemberian THR kepada semua guru dan karyawan SMP NU Karangdadap
Hari pertama masuk setelah hari raya Idul Fitri 1432 H. sabtu 10 September 2011 kegiatan SMP NU diisi dengan Halal bi Halal (antara siswa dengan dewan guru dan karyawan) dan diteruskan kunjungan silaturrohim halal bi halal guru plus karyawan SMP-MANU Karangdadap ke sejumlah tokoh dan pengurus SMP-MANU karangdadap,  mulai hari kedua AHAD 11 September 2011 KBM berjalan lancar sesuai jadwal yang ada hingga sekarang.
Pada tanggal 19 September 2011 Pengurus MWC NU Karangdadap mengadakan rapat pengurus harian Syuriyah dan harian Tanfidziyah yang memutuskan bahwa "Amanat PCNU dan LP Ma`arif Cabang Kab Pekalongan ttg pengelolaan SMP NU Karangdadap kepada MWC NU Karangdadap pada tahun 2003, diserahkan kembali kepada PCNU Kab Pekalongan" surat dan dokument aslinya diserahkan pada PCNU Kab Pekalongan (KH Muslih Khudhori)
Pada Jum`at 30 September 2011 MWC NU Karangdadap menggelar HALAL Bi HALAL yang diikuti oleh (Pengurus MWC, Peng NU ranting se Karangdadap, Badan otonom NU, Warga Nahdliyyin, Guru + karayawan SMP-MANU Karangdadap) yang dihadiri PCNU Kab Pekalongan (KH Muslih Khudhori dan Drs M Asir Su`bi), LP Ma`arif NU Kab Pekalongan (DR.H Muhlisin, M.Ag), dan tokoh masyarakat Kab Pekalongan (Drs H Bisri Romli, MM.)
Dalam pengarahan PCNU Kab Pekalongan yang disampaikan oleh KH Muslih Khudhori, beliau menegaskan bahwa :
"Pengelolaan SMP NU Karangdadap tetap berada ditangan MWC NU Karangdadap walaupun surat dan dokument aslinya ada di PCNU Kab Pekalongan, legalitas formal Kepala Sekolah SMP NU Karangdadap adalah Bp.Ahmad Muqoddam, S.Pd.I. yang sudah dilantik pada tanggal 17 Juni 2011 oleh LP Ma`arif Cabang Kab Pekalongan (DR H Muhlisin, M.Ag) dan legalitas pengurus SMP NU Karangdadap adalah pengurus yang dibentuk oleh MWC NU Karangdadap"

Pada hari AHAD 2 Oktober 2011 secara khusus PCNU Kab Pekalongan (Drs H M Asir Su`bi) dan LP Ma`arif Cabang Kab Pekalongan (DR H Muhlisin, M.Ag) mengadakan pembinaan kepada guru dan karyawan SMP NU Karangdadap. dalam pembinaan tersebut Bp.Drs H M Asir Su`bi (PCNU) hanya menegaskan apa yang telah disampaikan oleh KH Muslih Khudhori pada saat Halal bi Halal tempo hari.,  sedang Bp.DR H Muhlisin, M.Ag. menyampaikan perlunya penguatan penguatan dalam lembaga pendidikan dibawah naungan Nahdlatul Ulama (LP Ma`arif NU) antara lain :
  1. Penguatan Identitas dan Program LP Ma`arif NU
  2. Kapasitas Kelembagaan
  3. Kapasitas SDM (Pendidik dan Tenaga Kependidikan)

Senin, 12 September 2011

Do`a dan Pengharapan

Ya Allah ya Tuhan kami,
Wahai Keindahan yang menciptakan sendiri segala yang indah,
Wahai Pencipta yang melimpahkan sendiri segala anugerah
Wahai Maha Pemurah yang telah menganugerahi kami negeri yang sangat indah
dan bangsa yang menyukai keindahan,

Ya Allah yang telah memberi kami kemerdekaan yang indah,
Demi nama-nama agung Mu yang maha indah 
Demi sifat-sifat suci Mu yang maha indah 
Demi ciptaan-ciptaan Mu yang serba indah

Anugerahilah kami, pemimpin-pemimpin kami, dan bangsa kami
kepekaan menangkap dan mensyukuri keindahan anugerahMu. 


Keindahan merdeka dan kemerdekaan 
Keindahan hidup dan kehidupan 
Keindahan manusia dan kemanusiaan 
Keindahan kerja dan pekerjaan 
Keindahan sederhana dan kesederhanaan 
Keindahan kasih sayang dan saling menyayang 
Keindahan kebijaksanaan dan keadilan 
Keindahan rasa malu dan tahu diri 
Keindahan hak dan kerendahan hati 
Keindahan tanggung jawab dan harga diri 


Anugerahilah kami, pemimpin-pemimpin kami, dan bangsa kami kemampuan mensyukuri nikmat anugerahMu dalam sikap-sikap indah yang Engkau ridlai


Selamatkanlah jiwa-jiwa kami dari noda-noda yang mencoreng keindahan martabat kami Pimpinlah kami, pemimpin-pemimpin kami, dan bangsa kami ke jalan indah menuju cita-cita indah kemerdekaan kami


Kuatkanlah lahir batin kami untuk melawan godaan keindahan-keindahan imitasi yang menyeret diri-diri kami dari keindahan sejati kemanusiaan dan kemerdekaan kami 


Merdekakanlah kami dari belenggu penjajahan apa saja selain penjajahan Mu termasuk penjajahan diri kami sendiri 


Kokohkanlah jiwa raga kami untuk menjaga keindahan negeri kami.

Ya Malikal Mulki Ya Allah yang Maha Kuasa dan Maha Perkasa
Jangan kuasakan atas kami " karena dosa-dosa kami "  penguasa-penguasa yang tak takut kepadaMu dan tak mempunyai belas kasihan kepada kami. 


Anugerahilah bangsa kami pemimpin yang hatinya penuh dengan keindahan cahaya kasihsayang Mu sehingga kasih sayangnya melimpahruahi rakyatnya 


Jangan Engkau berikan kepada kami pemimpin Yang merupakan isyarat kemurkaan Mu atas bangsa kami 


Wahai Maha Cahya di atas segala cahya 
Pancarkanlah cahya Mu di mata dan pandangan kami Pancarkanlah cahya Mu di telinga dan pendengaran kami Pancarkanlah cahya Mu di mulut dan perkataan kami Pancarkanlah cahyaMu di hati dan  keyakinan kami


Pancarkanlah cahya Mu di pikiran dan sikap kami 
Pancarkanlah cahya Mu di kanan dan kiri kami 
Pancarkanlah cahya Mu di atas dan bawah kami 
Pancarkanlah cahya Mu di dalam diri kami 
Pancarkanlah cahya Mu, ya Maha Cahya 


Agar kami dapat menangkap keindahan ciptaanMu dan meresapinya 
dapat menangkap keindahan anugerahMu dan mensyukurinya Agar kami dapat menangkap keindahan jalan lurusMu dan menurutinya 
dapat menangkap keburukan jalan sesat setan dan menghindarinya 


Pancarkanlah cahyaMu, ya Maha Cahya Agar kami dapat menangkap keindahan kebenaran dan mengikutinya 
dapat menangkap keburukan kebatilan dan menjauhinya Agar kami dapat menangkap keindahan kejujuran dan menyerapnya 
dapat menangkap keburukan kebohongan dan mewaspadainya 
Pancarkanlah cahyaMu, ya Maha Cahya 
Sirnakan dan jangan sisakan sekelumit pun kegelapan di batin kami.

Ya Maha Cahya di atas segala cahya

Jangan biarkan sirik dan dengki hasut dan benci ujub dan takabur kejam dan serakah dusta dan kemunafikan gila dunia dan memuja diri lupa akherat dan takut mati serta bayang-bayang hitam lainnya 

menutup pandangan mata-batin kami dari keindahan wajahMu. menghalangi kami mendapatkan kasihMu menghambat sampai kami kepadaMu. Ya Allah ya Tuhan kami, Ampunilah dosa-dosa kami Dosa-dosa para pemimpin dan bangsa kami 
Merdekakanlah kami dan kabulkanlah doa kami. Amin.

Rabu, 07 September 2011

Nasehat Imam Syafi`i RA

Perbanyaklah Amal Kebaikan
Nafsuku padam tatkala ubun-ubunku menyala. Malamku gelap gulita ketika bintang bersinar terang. Wahai burung hantu yang hinggap di atas ubun-ubunku! Ketika burung gagak terbang dariku, kau kunjungi daku dan kau lihat tubuhku semakin rapuh. Memang setiap tempat yang kau kunjungi bererti itulah tempat-tempat kerapuhan.


Masihkah dapat kunikmati manisnya hidup, meskipun rambutku semakin menipis dan ubanku semakin menyebar, sulit untuk disemir ? Ketika usia senja seseorang telah datang dan rambutnya semakin memutih, hendaknya dia segera menumpas keseronokan serta kekejian hari-harinya dengan kebaikan.

Tinggalkanlah perkara-perkara yang buruk ! Kenapa hal itu haram dilakukan oleh orang yang bertaqwa. Dan tunaikanlah zakat atas kedudukan atau jabatanmu, karena zakat tersebut sama dengan zakat harta bila telah sampai nisabnya.
Berlaku baiklah kepada orang lain. Kerana dengan begitu, kelak engkau akan dapat menguasai manfaat kepada orang lain.
Jangan berjalan di atas bumi dengan penuh keangkuhan. Ketahuilah bahwa tidak lama lagi bumi ini akan menelanmu.
Barangsiapa sedang mencicipi dunia, di situlah aku pernah merasakan pahit getirnya kehidupan. Bagiku dunia adalah tipu daya dan penuh berisi kedustaan, bagaikan fatamorgana di tengah padang sahara. Dunia tidak ubahnya bagaikan bangkai-bangkai busuk yang hanya anjing-anjing kelaparan yang mau mendekatinya. Jika engkau menjauhi dunia, kelak engkau akan terselamat dari kekotorannya. Tapi, jika engkau dekati dunia, maka engkau akan diserang oleh anjing-anjingnya.
Berbahagialah orang-orang yang kokoh azas imannya dan menutup diri dalam kesucian jiwa.

Akhlak Yang Baik
Jika aku dicaci maki oleh orang yang hina, itu pertanda bahwa derajatku akan bertambah. Karena tidak akan muncul keaiban kecuali akibat perbuatan seseoranng. Jika jiwaku belum menjadi mulia atas dunia akan kutetapkan ia di kalangan orang-orang yang hina. Jika semua usahaku kuniatkan hanya untuk kepentinganku sendiri, maka engkau akan menemukan diriku memiliki banyak kesempatan untuk itu. Tetapi, aku berusaha melakukan sesuatu untuk kepentingan kawan-kawanku. Sungguh merupakan suatu cela atas orang yang kenyang, sementara dia membiarkan kawan-kawannya kelaparan.
Suatu ketika aku pernah mendapat penghinaan dari orang bodoh, namun aku tidak menanggapinya. Dia semakin bodoh, dan aku semakin bijak. Ibarat batang kayu gaharu, semakin hangus dibakar, semakin harum baunya. Jika orang-orang bodoh bertutur kata di depanmu, janganlah engkau tanggapi ! Sebaik-baik tanggapan untuk mereka adalah dengan bersikap diam. Jika kau berbicara di hadapan mereka, janganlah sampai terbawa arus pendapat yang diciptakan mereka. Dan jika kau berpaling dari mereka, wajah mereka akan tampak pucat pasi.

Jiwa Yang Kerdil
Diriwayatkan oleh Abdullah Al-Asbahani dari Abu Nashr dari Abu Abdillah yang mengatakan bahwa pernah mendengar Imam As-Syafi'I berkata :
"Tumpukan uang dapat membuat orang-orang yang sebelumnya membisu menjadi banyak bicara. Hati mereka tidak pernah mengenali kelebihan orang lain, dan tidak tahu derajat kemuliaan mereka sendiri"


Jiwa Yang Mulia
Tercabutnya gigi, siksa di penjara, tercabutnya jiwa, ditolaknya cinta, sejuk yang mencengkam, hukuman gantung, menyamak kulit binatang tanpa sinar matahari, memakan daging, memburu burung, menanam biji di tanah yang gersang, memadamkan kobaran api, menanggung malu, menjual rumah dengan harga murah, menjual kasut, dan menghadapi keganasan cambukan rotan, semuanya itu masih lebih meminta belas kasihannya.

Tiga Penyebab Datangnya Penyakit
Terdapat tiga perkara yang dapat merusak manusia di samping juga dapat menyebabkan orang sehat menjadi sakit. yaitu membiasakan minum minuman keras , terlalu banyak bersenggama, dan terburu-buru memasukkan makanan ketika di mulut masih ada makanan.
Mestikah kutaburkan permata ke hadapan domba-domba bodoh, atau mestikah aku bersajak di depan pengembala kambing-kambing ?
Sungguh ! Jika hidupku terlantar di negeri ini, aku akan memanfaatkan kata mutiara yang keluar dari penghuninya.
Jika Allah masih menganugerahi aku dengan kasihnya, akan kutemukan orang-orang pandai dan bijak.
Akan kusebarkan ilmuku, dan kumanfaatkan kecintaan mereka. Jika tidak, maka ilmuku akan selalu ku simpan.
Barangsiapa mengajari orang bodoh, akan sia-sia. Barangsiapa melarang orang lain yang berhak mendapat ilmu, dzalimlah dia.

Meruntuhkan Kehormatan Orang Lain
Wahai orang yang telah menghancurkan kehormatan orang lain, dan yang memutuskan tali kasih sayang, kau akan hidup penuh kehinaan. Jika engkau orang merdeka dan dari keturunan orang yang baik-baik, pastilah engkau tidak akan menodai kehormatan orang lain.
Barangsiapa pandai menimbang orang lain, tentu orang lain akan menimbang dirinya dengan segenap kebaikannya. Cukup sudah bagiku pengajaran dari guruku.

Buruk Sangka
Prasangka selalu buruk dan prasangka buruk itu sumber fitnah. Ketika seseorang melemparkan tuduhan dalam keadaan lapar, ia hanya mengungkapkan prasangka baik dan ucapan yang enak didengar.

Terimalah Maaf Dengan Tulus
Terimalah permintaan maaf sahabatmu yang melakukan kesalahan, baik ia jujur mengatakannya kepadamu ataupun tidak. Dengan begitu bererti telah taat kepadamu orang yang engkau terima dari segi lahirnya saja. Dan telah membuatmu mulia orang yang bermaksiat kepadamu secara sembunyi-sembunyi

Permintaan Maaf Sebagai Penebus Dosa
Dikatakan kepadaku "Si fulan telah membuatku sedih". Padahal merupakan suatu cela bila seorang pemuda diperhatikan. Ku jawab : "Dia telah datang kepadaku untuk meminta maaf. Dan menurutku permintaan maafnya merupakan penebus dosanya."

Diam Membawa Keselamatan
Banyak orang berkata : "Mengapa engkau diam padahal engkau dimusuhi ?" Aku katakana kepada mereka : Menanggapi sesuatu permusuhan sama dengan melakukan kejahatan. Bersikap diam dalam menghadapi orang bodoh atau orang yang gila merupakan kebajikan jiwa. Di dalam sikap diam juga terdapat penjagaan bagi kehormatan. Tidakkah engkau lihat ! Harimau-harimau hutan itu ditakuti dan disegani ketika mereka diam, sedangkan anjing di jalan raya banyak yang dilempari karena selalu mengonggong.


Keutamaan Orang Pendiam
Aku menganggap diam sebagai perniagaan. Meskipun tak ada untungnya, paling tidak aku tak merugi. Diam ibarat barang niaga yang membawa banyak keuntungan bagi pemiliknya.

Sang Dermawan
Jika kamu tidak boleh bersikap dermawan, maka ingatlah bahwa hari-harimu yang telah berlalu tak akan kembali. Bukankah tanganmu boleh mengepal dan membuka ? Apa yang boleh kau harapkan ketika kau sendirian tatkala bumi mencengkam dirimu dengan kuku besinya ? Saat itulah tentu, engkau berharap untuk dapat kembali ke dunia, padahal hari-hari itu tak akan pernah kembali.

Ciri-ciri Orang Wara
Seorang yang memiliki sifat wara, tak akan mempedulikan kejelekan orang lain, karena disibukkan oleh aibnya sendiri, ibarat orang sakit, ia tak mungkin menghiraukan penyakit orang lain, kerana sibuk memperhatikan penyakitnya sendiri.

Mengendalikan Nafsu
Yaqut Al-Hamawiy berkata bahwa pada suatu hari ada seorang yang datang kepada Imam Syafi'i seraya membawa lembaran bertulis : "tanyakanlah kepada mufti Mekah dari keturunan Hasyim, apakah yang dia lakukan ketika sedang sangat marah kepada seseorang." Imam Syafi'i lalu menuliskan sesuatu di bawah pertanyaan itu.
Tekanlah nafsunya, kendalikan amarahnya dan hendaklah bersabar dalam menghadapi setiap persoalan.
Pembawa lembaran itu kemudian datang kembali sambil membawa tulisan yang baru sebagai jawaban fatwa Imam Syafi'i.
Bagaimana mungkin dia dapat menekan nafsunya pada saat nafsu itu telah menjadi pembunuh dan setiap hari ada saja halangan yang merintanginya.
Imam Syafi'i menjawab lagi.
Jika dia tidak mau bersabar atas derita yang menimpanya, maka tidak ada jalan lain baginya, kecuali hidup berhiaskan tanah.

Menyimpan Rahasia
Bila seseorang membuka rahasia peribadinya di depan orang banyak, kemudian dia mencela orang lain, maka orang tersebut dianggap tidak waras. Bila dia merasa dadanya sempit akibat rahasia peribadinya, maka ketahuilah bahwa dada tempat menyimpan rahasia tersebut lebih sempit lagi.

Hiasan Diri
Jagalah dirimu dan hiasilah dirimu dengan budi pekerti yang mulia ! Niscaya engkau akan hidup sejahtera, dan tutur kata orang-orang terhadapmu akan menjadi indah.
Janganlah memusuhi manusia, kecuali dengan sikap ramah. Nscaya akan ada yang menolongmu dan sahabat akan mengasihimu.
Tidak baik mencintai orang yang berwajah banyak (munafik) karena ia akan mengikut arah angin ke manapun angin itu bertiup.
Apakah arti banyak kawan jika mereka tidak menolong di waktu kita susah.


Sikap Lembut
Aku mengenali banyak orang, tetapi aku tidak pernah merasa dengki kepada mereka. Itulah sebabnya mereka sayang padaku. Bagaimana mungkin seseorang akan berlemah lembut kepada seorang pendengki, bila pendengki itu tidak menghendaki sesuatu apapun selain hilang nikmat dari orang tersebut.

Menjaga Diri
Jagalah dirimu baik-baik, niscaya isterimu akan menjaga dirinya dengan baik. Hindari perbuatan keji yang tidak pantas dilakukan oleh seorang muslim. Zina itu ibarat hutang, jika kau lakukan, maka isterimu dan anak-anakmu yang akan membayarnya. Renungkanlah.


Menjaga Lidah

Jagalah lidahmu kawan ! Agar ia tidak menyengatmu, karena lidah tidak ubahnya ular berbisa. Banyak orang binasa akibat perbuatan lidah, padahal dulu mereka dihormati kawan-kawannya.


Rahsia Peribadi
Jika hidupmu ingin selamat dari nista, agama mulia, dan hartamu terjaga, jangan sekali-kali engkau buka rahasia peribadi seseorang. Karena semua orang mempunyai rahasia pribadi, dan mereka juga mempunyai lidah.
Tetapi jika kedua matamu terbuka mencari keaiban, biarkanlah. Katakan saja : "Hai mataku ketahuilah bahwa semua manusia punya mata." Pergaulilah manusia dengan baik, tampakkan keramahan kepada manusia, dan layanilah mereka dengan baik. "


Menilai Diri Sendiri

Nilailah orang yang menilaimu dengan ukuran yang dipakainya waktu ia menilaimu. Siapapun yang datang dan berbaik hati padamu, sambutlah dengan hari lapang, dan siapa saja yang membencimu, layanilah. Kembalikanlah kepada Tuhan, karena segala sesuatu yang datang kepadamu berasal daripada-Nya.


Jika Akan Mulia Dengan Hidup Apa Adanya
Kubunuh sifat-sifta tamakku, maka tenanglah jiwaku. Jiwaku akan hina kalau aku tetap tamak. Kuhidupkan rasa puas yang telah lama mati, kerana dengan menghidupkannya harga diri dapat terjaga. Jika sifat rakus bersarang di hati seorang hamba, maka ia akan menjadi orang yang hina dina.


Diam Itu Lebih Baik
Tidak ada baiknya banyak bicara jika engkau telah mengetahui inti pembicaraannya. Bagi seseorang pemuda lebih baik diam daripada berbicara yang tidak pada tempatnya. Sebab, seseorang pemuda memiliki watak yang dapat dilihat dari raut mukanya.

Pahitnya Menjaga Kebaikan

Jangan engkau fikirkan kebaikan orang yang telah diberikan kepadamu. Pilihlah bahagian yang sesuai untukmu. Bersabarlah ! Sesungguhnya sabar itu perisai diri. Pemberian-pemberian orang lebih berat tanggunggannya di hati dibandingkan tusukan tombak.


Berpaling Dari Orang Bodoh
Berpalinglah dari orang-orang yang bodoh, karena yang dikatakannya bermula dari kebodohannya. Tidak adasungai Eufrat yang dalam itu, jika ada anjing yang menyeberanginya.

Mata Orang Yang Ridha Itu Tumpul Terhadap Kesalahan
Mata orang yang ridha seringkali tumpul terhadap semua keaiban. Tapi mata orang yang benci sering kali memusatkan kejelekan. Aku tidak takut kepada orang yang tidak takut kepadaku. Maka cintaku pun akan mendekat kepadanya. Dan jika cintanya menjauhi dariku, maka kita dapat hidup sendiri, apa lagi jika kita telah mati.

Senin, 05 September 2011

Kemerosotan Rasa Nasionalisme

Jakarta, NU Online 
Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj mengingatkan penyelenggara pemerintahan untuk mewaspadai terjadinya kemerosotan rasa nasionalisme oleh masyarakat, yang belakangan kian terasa nyata. Sejumlah hal disebutkan sebagai penyebab, dan Pemerintah diminta segera mengatasinya. 

Pesan ini disampaikan Kang Said, demikian Kiai Said biasa disapa di Jakarta, Minggu, 4 September 2011. Pesan yang sama juga sempat disampaikan saat buka bersama TNI Angkatan Laut pada akhir Ramadhan lalu. 

"Kemerosotan nasionalisme itu dari hari ke hari semakin nyata, semakin bisa ditemukan dengan mudah di tengah masyarakat. Itu harus diwaspadai, harus dan tidak bisa tidak," ungkap Kang Said. 

Terjadinya kemerosotan rasa nasionalisme, menurut Kang Said disebabkan oleh sejumlah hal, yaitu pesatnya kemajuan teknologi, dimana Pemerintah masih dianggap lamban menyikapinya. Masyarakat yang semakin melek IT dianggap wajib diimbangi oleh pemahaman kebangsaan. 

Penyebab lain terjadinya kemerosotan rasa nasionalisme adalah sikap Pemerintah yang kurang tegas dalam sejumlah kebijakan, termasuk dalam pemberantasan tindak pidana korupsi yang sebelumnya digadang-gadang menjadi pekerjaan utama pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kenyataan yang ada saat ini tak bisa dipungkiri menurunkan kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah, yang ujungnya menjadikan rasa nasionalisme ikut merosot. 

"Masyarakat sudah dewasa, sudah tidak bisa ditutupi lagi. Pemberantasan korupsi masih setengah-setengah, berbeda dengan apa yang disampaikan oleh presiden. Apa yang ditangani KPK sekarang ini hanya yang kecil-kecil, yang lebih besar masih banyak dan pembuktiannya terus ditunggu oleh masyarakat," tegas Kang Said. 

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Kang Said menyarankan, Pemerintah harus benar-benar mengedepankan sikap waspada, diimbangi dengan pemberian pemahaman kebangsaan yang baik kepada masyarakat secara terus menerus. Nahdlatul Ulama sebagai salah satu civil society diakui terus mendukung Pemerintah dalam upaya tersebut. 

"Nahdliyin sampai sekarang Alhamdulillah masih bisa menunjukkan nasionalisme yang baik. Ini bukti nyata bahwa Nahdliyin adalah penganut agama yang baik, yang terus menjalankan kewajiban ibadahnya, sehingga kepatuhannya nyata. Tetapi kondisi apapun bisa terjadi, dan PBNU siap mendukung Pemerintah untuk terus meningkatkan rasa nasionalisme masyarakat," tuntas Kang Said. 

Redaktur : Emha Nabil Haroen 
Penulis    : Samsul Hadi

Kamis, 23 Juni 2011

Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Kepala Sekolah SMP NU Karangdadap


Pergantian Pimpinan dalam suatu lembaga merupakan hal biasa, lebih lebih dalam lembaga Pendidikan dimana hal tersebut menjadi Pembelajaran, Sebagaimana yang terjadi pada lembaga pendidikan SMP NU Karangdadap. Pada hari Jum`at manis tanggal 15 Rojab 1432 H / 17 Juni 2011 diadakan Pelantikan dan Serah terima Jabatan Kepala Sekolah (tugas tambahan sebagai salah satu guru SMP NU)

Acara serah terima jabatan dari Bp.Busro S Tirto, S.E. kepada Bp Ahmad Muqoddam, S.Pd.I. dilaksanakan di Aula Kantor MWC NU Karangdadap yang dihadiri oleh Dewan Guru SMP NU Karangdadap, Kepala Sekolah sekitar SMP NU (MIS Karangdadap, SDN Karangdadap, SDN Kedungkebo, SMPN 1 Karangdadap, dan SMK N 1 Karangdadap), Pengurus MWC NU Karangdadap, Pengurus Ranting NU se Karangdadap, Badan otonom NU tingkat Anak Cabang, Bp Sekcam (mewakili Camat), Pengawas SMP wilayah Kedungwuni Karangdadap, dan Pimpinan Cabang Lembaga Pendidikan Ma`arif NU Kabupaten Pekaongan (Bp Muhlisin, M.Ag)

Pelantikan dan Serah terima Jabatan Kepala SMP NU Karangdadap tersebut sungguh luar biasa karena acara dibuka oleh Hadrotussyeh Maulana Habib Baqir bin Abdullah Al Athos dari kota Pekalongan, Padahal baik Panitia, Pengurus SMP NU, maupun Pengurus MWC NU tidak secara resmi mengundang Beliau, Namun mungkin karena yang akan dilantik merupakan salah satu murid yang dicintai Maulana Habib Baqir beliau menyempatkan diri hadir secara pribadi pada acra tersebut

Bp.Busro S Tirto, S.E. bersanding dengan Bp.Ahmad Muqoddam, S.Pd.I.

Bp.Busro S Tirto, S.E. merupakan pensiunan PNS dari SMA 1 Batang dan menjadi salah satu pengurus MWC NU Karangdadap sekaligus anggota pengurus SMP NU Karangdadap, yang kemudian diangkat menjadi Kepala Sekolah dari jabatan wakil kepala satu tahun setelah SMP NU berdiri menggantikan Bp.Murtadlo, S.Pd. yang saat itu mengundurkan diri karena sibuk dalam usahanya/pekerjaanya dan akan konsentrasi pada salah satu lembaga pendidikan saja (MTs Al Hikmah)

SMP NU Karangdadap dibawah pimpinan Bp.Busro S Tirto, S.E. berkembang pesat, disamping jumlah siswa yang semakin banyak, Prestasi yang diraihpun semakin bagus terbukti pada tahun Pelajaran 2006 - 2007 (3 tahun setelah berdiri) setelah memperoleh kelulusan 100% yang pertama, Nilai Akreditasinya mencapai nilai terbaik kedua tingkat SMP se Kabupaten Pekalongan (Nilai 88,79 = "A"), juga pernah meraih juara I Lomba Penghijauan Sekolah se Kab Pekalongan tahun 2008 dan masih banyak lagi prestasi yang telah diraih yang tidak bisa disebutkan satu per satu disini.

Sebenarnya jabatan Kepala Sekolah di SMP NU Karangdadap sebagaimana yang dituangkan dalam keputusan Peng SMP NU adalah 4 tahun, dan boleh dipilih lagi dalam satu periode, mengingat Bp.Busro S Tirto, S.E. saat ini berusia 67 tahun dan beliau sering menyampaikan pada pengurus dan para sesepuh NU baik resmi di acara rapat maupun tidak resmi, beliau menyampaikan "bahwa dirinya sudah tua, kesehatanya terkadang mengganggu terutama kesehatan mata sehingga terkadang tidak bisa mengikuti rapat rapat yang diadakan pengurus baik MWC maupun SMP NU. Namun demikian beliau sering nampak pada rapat rapat walaupun terpaksa dengan mengajak orang lain untuk mengantarkanya

Menurut pengamatan pengurus baik Peng MWC maupun Peng SMP NU belum ada kader yang siap menggantikan Bp.Busro S Tirto, S.E. oleh karenanya keputusan pengurus saat itu memperpanjang jabatan Bp.Busro S Tirto, S.E. satu tahun sambil menunggu ada kader yang siap, namun setelah satu tahun ternyata belum ada juga kader yang siap menggantikan beliau, akhirnya beliau diperpanjang lagi selama satu tahun
Pada tahun 2011 ini menurut pengamatan pengurus MWC NU maupun pengurus SMP NU, di SMP NU mulai kelihatan ada kader yang siap meneruskan perjuangan Bp.Busro S Tirto, S.E. (bahkan ada lebih dari satu kader) namun setelah dilakukan pengamatan lebih dalam hingga melalui jalan Istikhoroh oleh sesepuh MWC NU kader yang ada kurang memenuhi syarat karena seorang pemimpin (Kepala Sekolah) disamping harus Pinter, Kober, lan Bener atau istilah lain Sidiq, Tabligh, Amanah, dan Fathonah seorang Kepala Sekolah mutlak harus bisa diterima oleh semua pihak, baik oleh Pengurus, Dewan guru dan warga sekolah maupun masyarakat Nahdliyyin.

Oleh karena itu muncul beberapa wacana dikalangan pengurus, baik peng MWC NU maupun Peng SMP NU. wacana tersebut antara lain (1) tetap mempertahankan Bp.Busro S Tirto, S.E. untuk diperpanjang 1 tahun lagi sambil menunggu kader (2) Mengangkat kader yang ada dengan memilih yang ringan resikonya (3) Mengangkat seorang PLT (Pelaksana Tugas) dari pihak pengurus sambil mengkader secara langsung (4) Menarik seseorang dari luar (PNS yang dulu pernah mengajar di SMP NU akan tetapi sekarang berada diluar SMP NU)
Wacana diatas bukan wacana dadakan yang muncul diakhir akhir bulan ini, tapi wacana itu sudah lama sejak awal tahun pelajaran 2010 - 2011, khusus yang no.(4) adalah usulan Bp.Busro S Tirto, S.E. sendiri selaku Kepala Sekolah dan orang yang akan diganti. usulan itu disampaikan ketika ditemui secara khusus oleh sesepuh MWC NU.

Pada beberapa kali rapat peng MWC NU, disaat membahas tentang Pendidikan dilingkungan NU wacana tersebut pasti dibahas, namun kadang dibicarakan kadang juga dibiarkan begitu saja karena hal hal yang dibicarakan MWC NU bukan hanya SMP NU saja, tapi banyak hal sehingga masalah siapa nanti yang akan menjadi kepala sekolah SMP NU tidak menjadi hal yang penting, justru sebaliknya memikirkan bagaimana anak anak usia SMA/SMK/MA diwilayah kecamatan bisa sekolah SMA/SMK/MA.

Oleh karena itu dari hasil pemikiran diatas munculah ide untuk mendirikan Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama ( tentu saja dengan segala keterbatasan yang dimiliki MWC NU) , dengan pertimbangan mendirikan MA biayanya relatif murah dibanding mendirikan SMA apalagi mendirikan SMK biayanya sangat mahal disamping di karangdadap sudah ada SMK Negeri.

Setelah tanggal 1 Mei 2011 (Paska Pemilukada) tepatnya hari selasa tanggal 30 Djumadil Awwal 1432 / 3 Mei 2011 Peng MWC dan Peng SMP NU mulai membicarakan wacana wacana diatas, melalui beberapa kali rapat dan Silaturrohim / Sowan pada sesepuh antara lain Maulana Habib Baqir Abdullah Al Athos, Maulana Habib Lutfi dan Mbah Dimyatie Ro`is Kaliwungu, diputuskanlah Bp.Ahmad Muqoddam, S.Pd.I. (Kader Muda NU) sebagai calon pengganti Bp.Busro S Tirto, S.E. yang semula direncanakan Pelantikan dan Serah Terima pada akhir Juni 2011 diajukan pada Pada hari Jum`at manis tanggal 15 Rojab 1432 H / 17 Juni 2011 (ini adalah sebagian dari hasil silaturrohim pada beliau beliau diatas)

Pengurus MWC NU maupun Peng SMP NU YAQIN dan percaya walaupun Bp.Ahmad Muqoddam, S.Pd.I. tergolong kader muda dan baru tahun tahun kemarin mulai terjun langsung ke dunia pendidikan, Insya Allah beliau MAMPU dan bisa diterima oleh semua pihak, baik oleh Pengurus, Dewan guru dan warga sekolah maupun masyarakat Nahdliyyin kecamatan Karangdadap.

PROSESI PELANTIKAN
DAN SERAH TERIMA JABATAN
KEPALA SEKOLAH SMP NU KARANGDADAP
TAHUN 2011

(1) Acara dibuka oleh Maulana Habib Baqir Abdullah Al Athos



Sebelum berdo`a Maulana Habib Baqir Abdullah Al Athos sempat menyampaikan pesan kepada semua yang hadir terutama Peng MWC NU, Peng SMP NU, Dewan Guru dan Karyawan dan warga Nahdliyyin bahwa Lembaga Pendidikan NU ini wajib dikembangkan dan seluruh elemen masyarakat terutama warga sekolah (Dewan Guru dan Karyawan) harus mendukung semua program pengurus dan Kepala Sekolah
Tidak biasanya Maulana Habib Baqir Abdullah Al Athos menyampaikan pesan / pengarahan dalam acara apapun, yang sering kita lihat beliau hanya berdo`a setelah itu pamit untuk acara yang lain.

(2) Pembacaan Ayat suci Al Qur`an dan Sholawat Badar
(3) Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
(4) Pelantikan oleh Pengurus Cabang LP Ma`arif Kab Pekalongan




Sebelum dilantik Ketua LP Ma`arif Cabang Kab Pekalongan (Bp.Muhlisin, M.Ag.) mengajukan beberapa pertanyaan yang harus dijawab dengan tegas kepada Bp.Ahmad Muqoddam :

Siapkah bapak berjuang untuk SMP NU Karangdadap  !                                            
Siapkah bapak mencurahkan pikiran dan tenaganya untuk SMP NU Krddp  !              
Siapkah bapak mendahulukan kepentingan SMP NU Karangdadap  !                          
Sipakah bapak dilantik  !
Semuanya dijawab dengan tegas ( SIAP )                                                                                             

Kemudian Bp Muhlisin, M.Ag. melantik bapak Ahmad Muqoddam dengan cara menirukan apa yang diucapkan oleh ketua Lembaga Pendidikan Ma`arif NU Kabupaten Pekalongan, kemudian dilanjutkan dengan Serah Terima dari Bp.Busro S Tirto, S.E. kepada Bp. Ahmad Muqoddam, S.Pd.I.

(5) Serah Terima (secara simbolik)

Bp.Busro S Tirto, S.E. menyerahkan SMP NU Karangdadap kepada Bp.Muqoddam, S.Pd.I.
secara simbolik, dan dsilanjutkan dengan penanda tanganan serah terima

(6) Penanda tanganan serah terima SMP NU Karangdadap


(7) Penyerahan Cindera Mata dan Tali Asih oleh Pengurus



(8) Sambutan Ro`is Syuriyah MWC NU Karangdadap

KH.Achmad Showy

Mewakili para sepuh MWC NU Karangdadap menghaturkan banyak terima kasih kepada Bp.Busro S Tirto, S.E. yang banyak berjasa dalam mengembangkan dan memajukan SMP NU Karangdadap hingga seperti sekarang ini, Pengurus MWC NU tidak bisa memberikan balasan apa apa, pengurus MWC hanya bisa memohon kepada Allah SWT. smoga semua yang dilakukan Bp.Busro S Tirto, S.E. pada SMP NU Karangdadap tersebut senantiasa mendapatkan balasan yang lebih baik dari Allah SWT Amiieen.

(9) Sambutan selanjutnya dari LP Ma`arif NU Cabang Kab Pekalongan
dan Pengurus SMP NU Karangdadap dan diakhiri dengan Do`a



Senin, 20 Desember 2010

Dalil Dalil Tawasul

Dalam setiap permasalahan apapun suatu pendapat tanpa didukung dengan adanya dalil yang dapat memperkuat pendapatnya, maka pendapat tersebut tidak dapat dijadikan sebagai pegangan. Dan secara otomatis pendapat tersebut tidak mempunyai nilai yang berarti, demikian juga dengan permasalahan ini, maka para ulama yang mengatakan bahwa tawassul diperbolehkan menjelaskan dalil-dalil tentang diperbolehkannya tawassul baik dari nash al-Qur’an maupun hadis, sebagai berikut:
A. Dalil dari Al-Qur’an.
1. Allah SWT berfirman dalam surat Almaidah, 35 :
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.”

Suat Al-Isra’, 57:
“Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti.”

Maksudnya: Nabi Isa a.s., para malaikat dan ‘Uzair yang disembah Kristian dan Yahudi itu menyeru dan mencari jalan mendekatkan diri kepada Allah.
Lafazh Alwasilah dalam ayat ini adalah umum, yang berarti mencakup tawassul terhadap dzat para nabi dan orang-orang sholeh baik yang masih hidup maupun yang sudah mati, ataupun tawassul terhadap amal perbuatan yang baik.

2. Wasilah dalam berdoa sebetulnya sudah diperintahkan sejak zaman sebelum Nabi Muhammad SAW. QS 12:97 mengkisahkan saudara-saudara Nabi Yusuf AS yang memohon ampunan kepada Allah SWT melalui perantara ayahandanya yang juga Nabi dan Rasul, yakni N. Ya’qub AS. Dan beliau sebagai Nabi sekaligus ayah ternyata tidak menolak permintaan ini, bahkan menyanggupi untuk memintakan ampunan untuk putera-puteranya.
Mereka berkata: “Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)”. N. Ya’qub berkata: “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS 12:97-98 )
Di sini nampak jelas bahwa sudah sangat lumrah memohon sesuatu kepada Allah SWT dengan menggunakan perantara orang yang mulia kedudukannya di sisi Allah SWT. Bahkan QS 17:57 dengan jelas mengistilahkan “ayyuhum aqrabu”, yakni memilih orang yang lebih dekat (kepada Allah SWT) ketika berwasilah.
3. Ummat Nabi Musa AS berdoa menginginkan selamat dari adzab Allah SWT dengan meminta bantuan Nabi Musa AS agar berdoa kepada Allah SWT untuk mereka. Bahkan secara eksplisit menyebutkan kedudukan N. Musa AS (sebagai Nabi dan Utusan Allah SWT) sebagai wasilah terkabulnya doa mereka. Hal ini ditegaskan QS 7:134. Demikian pula hal yang dialami oleh Nabi Adam AS, sebagaimana QS 2:37
“Kemudian Nabi Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 37)
“Kalimat” yang dimaksud di atas, sebagaimana diterangkan oleh ahli tafsir berdasarkan sejumlah hadits adalah tawassul kepada Nabi Muhammad SAW, yang sekalipun belum lahir namun sudah dikenalkan namanya oleh Allah SWT, sebagai nabi akhir zaman.
Dari Umar ra. Ia berkata: Rasulullah SAAW bersabda, “Tatkala Adam melakukan kesalahan, dia berkata: “Wahai Rabbku, aku memohon kepada-Mu dengan haq Muhammad akan dosa-dosaku, agar Engkau mengampuniku.” Lalu Allah berfirman: “Wahai Adam, bagaimana kamu mengenal Muhammad sedang Aku belum menciptakannya (sebagai manusia) ?” Adam menjawab: “Wahai Rabbku, tatkala Engkau menciptakanku dengan Tangan-Mu dan meniupkan ruh-Mu ke dalam diriku, maka Engkau Mengangkat kepalaku, lalu aku melihat di atas kaki-kaki arsy tertulis ‘Laa Ilaaha illallaah Muhammadur Rasuulullaah’ sehingga aku tahu bahwa Engkau tidak menambahkan ke dalam Nama-Mu kecuali makhluq yang paling Engkau cintai.” Lalu Allah Berfirman: “Benar engkau wahai Adam, sesungguhnya Muhammad adalah makhluq yang paling Aku cintai, berdoalah kepadaku dengan haq dia, maka sungguh Aku Mengampunimu. Sekiranya tidak ada Muhammad, maka Aku tidak menciptakanmu.” [HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak juz 2 halaman 615, dan beliau mengatakan shahih. Juga Al-Baihaqi dalam Dalailun Nubuwwah. Ibnu Taimiyah mengutipnya dalam kitab Al-Fatwa juz 2 halaman 150, dan beliau menggunakannya sebagai tafsir/penjelasan bagi hadits-hadits yang shahih]
4. Bertawassul ini juga diajarkan oleh Allah SWT di QS 4:64 bahkan dengan janji taubat mereka pasti akan diterima. Syaratnya, yakni mereka harus datang ke hadapan Rasulullah dan memohon ampun kepada Allah SWT di hadapan Rasulullah SAW yang juga mendoakannya.
“Dan Kami tidak mengutus seseorang rasul melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa: 64)
B. Dalil dari hadits.
a. Tawassul dengan nabi Muhammad SAW sebelum lahir
Sebagaimana nabi Adam AS pernah melakukan tawassul kepada nabi Muhammad SAW. Imam Hakim Annisabur meriwayatkan dari Umar berkata, bahwa Nabi bersabda :
“Rasulullah s.a.w. bersabda:”Ketika Adam melakukan kesalahan, lalu ia berkata Ya Tuhanku, sesungguhnya aku memintaMu melalui Muhammad agar Kau ampuni diriku”. Lalu Allah berfirman:”Wahai Adam, darimana engkau tahu Muhammad padahal belum aku jadikan?” Adam menjawab:”Ya Tuhanku ketika Engkau ciptakan diriku dengan tanganMu dan Engkau hembuskan ke dalamku sebagian dari ruhMu, maka aku angkat kepalaku dan aku melihat di atas tiang-tiang Arash tertulis “Laailaaha illallaah muhamadun rasulullah” maka aku mengerti bahwa Engkau tidak akan mencantumkan sesuatu kepada namaMu kecuali nama mahluk yang paling Engkau cintai”. Allah menjawab:”Benar Adam, sesungguhnya ia adalah mahluk yang paling Aku cintai, bredoalah dengan melaluinya maka Aku telah mengampunimu, dan andaikan tidak ada Muhammad maka tidaklah Aku menciptakanmu”
Imam Hakim berkata bahwa hadis ini adalah shohih dari segi sanadnya. Demikian juga Imam Baihaqi dalam kitabnya Dalail Annubuwwah, Imam Qostholany dalam kitabnya Almawahib 2/392 , Imam Zarqoni dalam kitabnya Syarkhu Almawahib Laduniyyah 1/62, Imam Subuki dalam kitabnya Shifa’ Assaqom dan Imam Suyuti dalam kitabnya Khosois Annubuwah, mereka semua mengatakan bahwa hadis ini adalah shohih.
Dan dalam riwayat lain, Imam Hakim meriwayatkan dari Ibnu Abbas. Beliau mengatakan bahwa hadits ini adalah shohih dari segi sanad, demikian juga Syekh Islam Albulqini dalam fatawanya mengatakan bahwa ini adalah shohih, dan Syekh Ibnu Jauzi memaparkan dalam permulaan kitabnya Alwafa’ , dan dinukil oleh Ibnu Kastir dalam kitabnya Bidayah Wannihayah 1/180.
b. Tawassul dengan nabi Muhammad SAW dalam masa hidupnya.
Dari Utsman bin Hunaif: “Suatu hari seorang yang lemah dan buta datang kepada Rasulullah s.a.w. berkata: “Wahai Rasulullah, aku tidak mempunyai orang yang menuntunku dan aku merasa berat” Rasulullah berkata”Ambillah air wudlu, lalu beliau berwudlu dan sholat dua rakaat, dan berkata:”bacalah doa (artinya)” Ya Allah sesungguhnya aku memintaMu dan menghadap kepadaMu melalui nabiMu yang penuh kasih sayang (nabiyur-rahmah), wahai Muhammad sesungguhnya aku menghadap kepadamu dan minta tuhanmu melaluimu agar dibukakan mataku, Ya Allah berilah ia syafaat untukku dan berilah aku syafaat”. Utsman berkata:”Demi Allah kami belum lagi bubar dan belum juga lama pembicaraan kami, orang itu telah datang kembali dengan segar bugar”. (HR. Hakim dalam Mustadrak)
Beliau mengatakan bahwa hadis ini adalah shohih dari segi sanad walaupun Imam Bukhori dan Imam Muslim tidak meriwayatkan dalam kitabnya. Imam Dzahabi mengatakatan bahwa hadis ini adalah shohih, demikian juga Imam Turmudzi dalam kitab Sunannya bab Daa’wat mengatakan bahwa hadis ini adalah hasan shohih ghorib. Dan Imam Mundziri dalam kitabnya Targhib Wat-Tarhib 1/438, mengatakan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Imam Nasai, Ibnu Majah dan Imam Khuzaimah dalam kitab shohihnya.
c. Tawassul dengan nabi Muhammad SAW setelah meninggal.
Dari Aus bin Abdullah: “Sautu hari kota Madina mengalami kemarau panjang, lalu datanglah penduduk Madina ke Aisyah (janda Rasulullah s.a.w.) mengadu tentang kesulitan tersebut, lalu Aisyah berkata: “Lihatlah kubur Nabi Muhammad s.a.w. lalu bukalah sehingga tidak ada lagi atap yang menutupinya dan langit terlihat langsung”, maka merekapun melakukan itu kemudian turunlah hujan lebat sehingga rumput-rumput tumbuh dan onta pun gemuk, maka disebutlah itu tahun gemuk” (HR. Imam Darimi)
Dari Anas bin malik bahwa Umar bin Khattab ketika menghadapi kemarau panjang, mereka meminta hujan melalui Abbas bin Abdul Muttalib, lalu Abbas berkata:”Ya Tuhanku sesungguhkan kami bertawassul (berperantara) kepadamu melalui nabi kami maka turunkanlah hujan dan kami bertawassul dengan paman nabi kami maka turunkanlau hujan kepada, lalu turunlah hujan. (HR. Bukhari)
d. Nabi Muhammad SAW melakukan tawassul.
Dari Abi Said al-Khudri: Rasulullah s.a.w. bersabda:”Barangsiapa keluar dari rumahnya untuk melaksanakan sholat, lalu ia berdoa: (artinya) Ya Allah sesungguhnya aku memintamu melalui orang-orang yang memintamu dan melalui langkahku ini, bahwa aku tidak keluar untuk kejelekan, untuk kekerasan, untuk riya dan sombong, aku keluar karena takut murkaMu dan karena mencari ridlaMu, maka aku memintaMu agar Kau selamatkan dari neraka, agar Kau ampuni dosaku sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali diriMu”, maka Allah akan menerimanya dan seribu malaikat memintakan ampunan untuknya”. (HR. Ibnu Majah, Imam Ahmad, Ibnu Khuzaimah, Abu Na’im dan Ibnu Sunni. Al-Hafizh Abu Hasan mengatakan bahwa hadis ini adalah hasan. Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa hadis ini adalah hasan dan diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Khuzaimah, Abu Na’im dan Ibnu Sunni. Imam Al I’roqi dalam mentakhrij hadis ini dikitab Ihya’ Ulumiddin mengatakan bahwa hadis ini adalah hasan. Imam Bushiri mengatakan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Khuzaimah dan hadis ini shohih).
Pandangan Para Ulama’ Tentang Tawassul
Untuk mengetahui sejauh mana pembahasan tawassul telah dikaji para ulama, ada baiknya kita tengok pendapat para ulama terdahulu. Kadang sebagian orang masih kurang puas, jika hanya menghadirkan dalil-dalil tanpa disertai oleh pendapat ulama’, walaupun sebetulnya dengan dalil saja tanpa harus menyartakan pendapat ulama’ sudah bisa dijadikan landasan bagi orang meyakininya. Namun untuk lebih memperkuat pendapat tersebut, maka tidak ada salahnya jika disini dipaparkan pandangan ulama’ mengenai hal tersebut.
Pandangan Ulama Madzhab
Pada suatu hari ketika kholifah Abbasiah Al-Mansur datang ke Madinah dan bertemu dengan Imam Malik, maka beliau bertanya:”Kalau aku berziarah ke kubur nabi, apakah menghadap kubur atau qiblat? Imam Malik menjawab:”Bagaimana engkau palingkan wajahmu dari (Rasulullah) padahal ia perantaramu dan perantara bapakmu Adam kepada Allah, sebaiknya menghadaplah kepadanya dan mintalah syafaat maka Allah akan memberimu syafaat”. (Al-Syifa’ karangan Qadli ‘Iyad al-Maliki jus: 2 hal: 32).
Demikian juga ketika Imam Ahmad Bin Hambal bertawassul kepada Imam Syafi’i dalam doanya, maka anaknya yang bernama Abdullah heran seraya bertanya kepada bapaknya, maka Imam Ahmad menjawab :”Syafii ibarat matahari bagi manusia dan ibarat sehat bagi badan kita”
Demikian juga perkataan imam syafi’i dalam salah satu syairnya:
“Keluarga nabi adalah familiku, Mereka perantaraku kepadanya (Muhammad), aku berharap melalui mereka, agar aku menerima buku perhitunganku di hari kiamat nanti dengan tangan kananku”

Pandangan Imam Taqiyuddin Assubuky
Beliau memperbolehkan dan mengatakan bahwa tawassul dan isti’anah adalah sesuatu yang baik dan dipraktekkan oleh para nabi dan rosul, salafussholeh, para ulama,’ serta kalangan umum umat islam dan tidak ada yang mengingkari perbuatan tersebut sampai datang seorang (yang dianggap) ulama’ yang mengatakan bahwa tawassul adalah sesuatu yang bid’ah. (Syifa’ Assaqom hal. 160)
Pandangan Ibnu Taimiyah
Syekh Ibnu Taimiyah dalam sebagian kitabnya memperbolehkan tawassul kepada nabi Muhammad SAW tanpa membedakan apakah Beliau masih hidup atau sudah meninggal. Beliau berkata : “Dengan demikian, diperbolehkan tawassul kepada nabi Muhammad SAW dalam doa, sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi :
Rasulullah s.a.w. mengajari seseorang berdoa: (artinya)”Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepadaMu dan bertwassul kepadamu melalui nabiMu Muhammad yang penuh kasih, wahai Muhammad sesungguhnya aku bertawassul denganmu kepada Allah agar dimudahkan kebutuhanku maka berilah aku sya’faat”. Tawassul seperti ini adalah bagus (fatawa Ibnu Taimiyah jilid 3 halaman 276)

Pandangan Imam Syaukani
Beliau mengatakan bahwa tawassul kepada nabi Muhammad SAW ataupun kepada yang lain (orang sholeh), baik pada masa hidupnya maupun setelah meninggal adalah merupakan ijma’ para shohabat.