Selasa, 09 September 2014

Sang Pencipta Lambang NU

Di antara ulama pondok pesantren, ada seorang ulama yang memiliki keahlian melukis. Beliau adalah KH Ridhwan Abdullah. banyak jasa beliau di bumi Indonesia terutama di kalangan Jam’iyah Nahdlatul Ulama. Dalam kancah ulama NU, beliau dikenal sebagai pencipta lambang NU.

KH Ridwan Abdullah dilahirkan di Bubutan Surabaya pada tanggal 1 januari 1884.Ayah beliau adalah KH Abdullah. Sesudah tamat dari Sekolah Dasar Belanda, KH Ridwan Abdullah belajar (nyantri) di beberapa pondok pesantren di Jawa danMadura. Di antaranya pondok pesantren Buntet Cirebon, pondok pesantrenSiwalan Panji Buduran Sidoarjo dan pondok pesantren Kademangan BangkalanMadura.

Pada tahun 1901, KH Ridwan Abdullah pergi ke tanah suci Mekah dan bermukim di sana selama kurang lebih tiga tahun kemudian pulang ke tanah air. Pada tahun 1911 beliau kembali lagi ke Mekah dan bermukim di sana selama 1 tahun.

KH Ridwan Abdullah menikah dengan Makiyah yang meninggal dunia pada tahun 1910. Kemudian beliau menikah lagi dengan Siti Aisyah gadis asal Bangil yang masih ada hubungan keluarga dengan Nyai KH. Abdul Wahab Hasbullah.

KH Ridwan Abdullah dikenal sebagai kiai yang dermawan. Setiap anak yang berangkat mondok dan sowan ke rumah beliau, selain diberi nasihat juga diberi uang, padahal beliau sendiri tidak tergolong orang kaya.

Di kalangan ulama pondok pesantren, KH Ridwan Abdullah dikenal sebagai ulama yang memiliki ilmu pengetahuan agama dan pengalaman yang luas. Pergaulan beliau sangat luas dan tidak hanya terbatas di kalangan pondok pesantren.

Di samping itu, beliau dikenal sebagai ulama yang memiliki keahlian khusus dibidang seni lukis dan seni kaligrafi. Salah satu karya beliau adalah bangunanMasjid Kemayoran Surabaya. Masjid dengan pola arsitektur yang khas ini adalah hasil rancangan KH Ridwan Abdullah.

KH Ridwan Abdullah meninggal dunia tahun 1962, dan dimakamkan di pemakaman Tembok, Surabaya. Bakat dan keahlian beliau dalam melukis diwarisi oleh seorang puteranya, KH Mujib Ridwan.

Perjuangan KH Ridwan Abdullah
KH Ridwan Abdullah tidak memiliki pondok pesantren. Tetapi beliau dikenal sebagai guru agama muballigh yang tidak kenal lelah. Beliau diberi gelar ‘KiaiKeliling’. Maksudnya kiai yang menjalankan kewajiban mengajar dan berdakwah dengan keliling dari satu tempat ke tempat yang lainnya.

Biasanya, KH Ridwan Abdullah mengajar dan berdakwah pada malam hari. Tempatnya berpindah-pindah dari satu kampung ke kampung lainnya dan dari satu surau ke surau yang lain. Daerah-daerah yang secara rutin menjadi tempat beliau mengajar adalah kampung Kawatan, Tembok dan Sawahan.

Ketika KH Abdul Wahab Hasbullah mendirikan Nahdlatul Wathan, KH Ridwan Abdullah merupakan pendamping utamanya. Beliaulah yang berhasil menghubungi KH Mas Alwi untuk menduduki jabatan sebagai kepala MadrsaahNahdlatul Wathan menggantikan KH Mas Mansur. Beliau juga aktif mengajar di madrasah tersebut.

Dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia KH Ridwan Abdullah ikut bergabung dalam barisan Sabilillah. Pengorbanan KH Ridwan Abdullah tidak sedikit, seorang puteranya yang menjadi tentara PETA (Pembela Tanah Air) gugur di medan perang. Pada tahun 1948, beliau ikut berperang mempertahankan kemerdekaan RI dan pasukannya terpukul mundur sampai ke Jombang.

Banyak jasa perjuangan KH Ridwan Abdullah, di antaranya beliaulah yang mengusulkan agar para syuhada yang gugur dalam pertempuran 10 Nopember 1945 dimakamkan di depan Taman Hiburan Rakyat (THR). Tempat inilah yang kemudian dikenal dengan Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa.


Jasa KH Ridwan Abdullah
Nama KH Ridwan Abdullah tidak bisa dipisahkan dari sejarah pertumbuhan dan perkembangan Jam’iyah Nahdlatul Ulama’. Pada susunan pengurus NU periode pertama, KH Ridwan Abdullah masuk menjadi anggota A’wan Syuriyah. Selain menjadi anggota Pengurus Besar NU, beliau juga masih dalam pengurus Syuriyah NU Cabang Surabaya.

Pada tanggal 12 Rabiul Tsani 1346 H. bertepatan dengan tanggal 9 Oktober 1927 diselenggarakan Muktamar NU ke-2 di Surabaya. Muktamar berlangsung di HotelPeneleh. Pada saat itu peserta muktamar dan seluruh warga Surabaya tertegun melihat lambang Nahdlatul Ulama’ yang dipasang tepat pada pintu gerbang HotelPeneleh. Lambang itu masih asing karena baru pertama kali ditampilkan. Penciptanya adalah KH Ridwan Abdullah.

Untuk mengetahui arti lambang NU, dalam Muktamar NU ke-2 itu diadakan majelis khusus, pimpinan sidang adalah Kiai Raden Adnan dari Solo. Dalam majelis ini, pimpinan sidang meminta KH Ridwan Abdullah menjelaskan arti lambang Nahdlatul Ulama’.

Secara rinci KH Ridwan Abdullah menjelaskan semua isi yang terdapat dalam lambang NU itu. Beliau menjelaskan bahwa lambang tali adalah lambang agama. Tali yang melingkari bumi melambangkan ukhuwah islamiyah kaum muslimin seluruh dunia. Untaian tali yang berjumlah 99 melambangkan Asmaul Husna. Bintang besar yang berada di tengah bagian atas melambangkan Nabi BesarMuhammad Saw. Empat bintang kecil samping kiri dan kanan melambangkan Khulafa’ur Rasyidin, dan empat bintang di bagian bawah melambangkanmadzhabul arba’ah (empat madzhab). Sedangkan jumlah semua bintang yang berjumlah sembilan melambangkan Wali Songo.

Setelah mendengarkan penjelasan KH Ridwan Abdullah, seluruh peserta majeliskhusus sepakat menerima lambang itu. Kemudian Muktamar ke-2 NahdlatulUlama’ memutuskannya sebagai lambang Nahdlatul Ulama’. Dengan demikian secara resmi lambang yang dibuat oleh KH Ridwan Abdullah menjadi lambang NU.

Sesudah upacara penutupan Muktamar, Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari memanggil KH Ridwan Abdullah dan menanyakan asal mula pembuatan lambang NU yang diciptakannya. KH Ridwan Abdullah menyebutkan bahwa yang memberi tugas beliau adalah KH Abdul Wahab Hasbullah. Pembuatan gambar itu memakan waktu satu setengah bulan.

KH Ridwan Abdullah juga menjelaskan bahwa sebelum menggambar lambang NU,terlebih dahulu dilakukan shalat istikharah, meminta petunjuk kepada Allah Swt. Hasilnya, beliau bermimpi melihat sebuah gambar di langit yang biru jernih. Bentuknya persis dengan gambar lambang NU yang kita lihat sekarang.


Setelah mendengar penjelasan KH Ridwan Abdullah, Hadratus Syaikh KH HasyimAsy’ari merasa puas. Kemudian beliau mengangkat kedua tangan sambil berdoa. Setelah memanjatkan doa beliau berkata, “Mudahmudahan Allah mengabulkan harapan yang dimaksud di lambang Nahdatul Ulama.”

Rabu, 05 Oktober 2011

Kegiatan Pembelajaran Pasca Gejolak


-->
Hari Sabtu tanggal 6 Agustus 2011 adalah hari pertama masuk setelah libur awal Romadhon 1432 H, yang sebelumnya pada tgl 27 Juli 2011 terjadi Pelantikan Dewan Pengurus SMP NU (pengurus tandingan) dan Busro S Tirto sbg kepala sekolah oleh M Thohir.
Alhamdulillah berkah bulan suci romadhon, pada hari itu tidak terjadi apa apa  "walaupun sempat terdengar issu macam macam di masyarakat" karena untuk sementara SMP NU ditangani oleh PCNU Kabupaten Pekalongan secara langsung, adapun KBM ditangani oleh waka waka, terutama waka kurikulum yang bertanggung jawab langsung atas lancarnya kegiatan pembelajaran di sekolah.
Selama kurang lebih dua pekan (6 s/d 22 Agustus 2011) pembelajaran (pada bulan romadhon) berjalan dengan lancar, hak hak anak didik tersampaikan dengan baik sesuai jadwal yang ada sampai akhirnya ditutup dengan kegiatan buka bersama (antara Siswa, guru, karyawan dan pengurus)  yang dihadiri PCNU Kab Pekalongan (Drs H M Asir Su`bi) dan pemberian THR kepada semua guru dan karyawan SMP NU Karangdadap
Hari pertama masuk setelah hari raya Idul Fitri 1432 H. sabtu 10 September 2011 kegiatan SMP NU diisi dengan Halal bi Halal (antara siswa dengan dewan guru dan karyawan) dan diteruskan kunjungan silaturrohim halal bi halal guru plus karyawan SMP-MANU Karangdadap ke sejumlah tokoh dan pengurus SMP-MANU karangdadap,  mulai hari kedua AHAD 11 September 2011 KBM berjalan lancar sesuai jadwal yang ada hingga sekarang.
Pada tanggal 19 September 2011 Pengurus MWC NU Karangdadap mengadakan rapat pengurus harian Syuriyah dan harian Tanfidziyah yang memutuskan bahwa "Amanat PCNU dan LP Ma`arif Cabang Kab Pekalongan ttg pengelolaan SMP NU Karangdadap kepada MWC NU Karangdadap pada tahun 2003, diserahkan kembali kepada PCNU Kab Pekalongan" surat dan dokument aslinya diserahkan pada PCNU Kab Pekalongan (KH Muslih Khudhori)
Pada Jum`at 30 September 2011 MWC NU Karangdadap menggelar HALAL Bi HALAL yang diikuti oleh (Pengurus MWC, Peng NU ranting se Karangdadap, Badan otonom NU, Warga Nahdliyyin, Guru + karayawan SMP-MANU Karangdadap) yang dihadiri PCNU Kab Pekalongan (KH Muslih Khudhori dan Drs M Asir Su`bi), LP Ma`arif NU Kab Pekalongan (DR.H Muhlisin, M.Ag), dan tokoh masyarakat Kab Pekalongan (Drs H Bisri Romli, MM.)
Dalam pengarahan PCNU Kab Pekalongan yang disampaikan oleh KH Muslih Khudhori, beliau menegaskan bahwa :
"Pengelolaan SMP NU Karangdadap tetap berada ditangan MWC NU Karangdadap walaupun surat dan dokument aslinya ada di PCNU Kab Pekalongan, legalitas formal Kepala Sekolah SMP NU Karangdadap adalah Bp.Ahmad Muqoddam, S.Pd.I. yang sudah dilantik pada tanggal 17 Juni 2011 oleh LP Ma`arif Cabang Kab Pekalongan (DR H Muhlisin, M.Ag) dan legalitas pengurus SMP NU Karangdadap adalah pengurus yang dibentuk oleh MWC NU Karangdadap"

Pada hari AHAD 2 Oktober 2011 secara khusus PCNU Kab Pekalongan (Drs H M Asir Su`bi) dan LP Ma`arif Cabang Kab Pekalongan (DR H Muhlisin, M.Ag) mengadakan pembinaan kepada guru dan karyawan SMP NU Karangdadap. dalam pembinaan tersebut Bp.Drs H M Asir Su`bi (PCNU) hanya menegaskan apa yang telah disampaikan oleh KH Muslih Khudhori pada saat Halal bi Halal tempo hari.,  sedang Bp.DR H Muhlisin, M.Ag. menyampaikan perlunya penguatan penguatan dalam lembaga pendidikan dibawah naungan Nahdlatul Ulama (LP Ma`arif NU) antara lain :
  1. Penguatan Identitas dan Program LP Ma`arif NU
  2. Kapasitas Kelembagaan
  3. Kapasitas SDM (Pendidik dan Tenaga Kependidikan)

Senin, 12 September 2011

Do`a dan Pengharapan

Ya Allah ya Tuhan kami,
Wahai Keindahan yang menciptakan sendiri segala yang indah,
Wahai Pencipta yang melimpahkan sendiri segala anugerah
Wahai Maha Pemurah yang telah menganugerahi kami negeri yang sangat indah
dan bangsa yang menyukai keindahan,

Ya Allah yang telah memberi kami kemerdekaan yang indah,
Demi nama-nama agung Mu yang maha indah 
Demi sifat-sifat suci Mu yang maha indah 
Demi ciptaan-ciptaan Mu yang serba indah

Anugerahilah kami, pemimpin-pemimpin kami, dan bangsa kami
kepekaan menangkap dan mensyukuri keindahan anugerahMu. 


Keindahan merdeka dan kemerdekaan 
Keindahan hidup dan kehidupan 
Keindahan manusia dan kemanusiaan 
Keindahan kerja dan pekerjaan 
Keindahan sederhana dan kesederhanaan 
Keindahan kasih sayang dan saling menyayang 
Keindahan kebijaksanaan dan keadilan 
Keindahan rasa malu dan tahu diri 
Keindahan hak dan kerendahan hati 
Keindahan tanggung jawab dan harga diri 


Anugerahilah kami, pemimpin-pemimpin kami, dan bangsa kami kemampuan mensyukuri nikmat anugerahMu dalam sikap-sikap indah yang Engkau ridlai


Selamatkanlah jiwa-jiwa kami dari noda-noda yang mencoreng keindahan martabat kami Pimpinlah kami, pemimpin-pemimpin kami, dan bangsa kami ke jalan indah menuju cita-cita indah kemerdekaan kami


Kuatkanlah lahir batin kami untuk melawan godaan keindahan-keindahan imitasi yang menyeret diri-diri kami dari keindahan sejati kemanusiaan dan kemerdekaan kami 


Merdekakanlah kami dari belenggu penjajahan apa saja selain penjajahan Mu termasuk penjajahan diri kami sendiri 


Kokohkanlah jiwa raga kami untuk menjaga keindahan negeri kami.

Ya Malikal Mulki Ya Allah yang Maha Kuasa dan Maha Perkasa
Jangan kuasakan atas kami " karena dosa-dosa kami "  penguasa-penguasa yang tak takut kepadaMu dan tak mempunyai belas kasihan kepada kami. 


Anugerahilah bangsa kami pemimpin yang hatinya penuh dengan keindahan cahaya kasihsayang Mu sehingga kasih sayangnya melimpahruahi rakyatnya 


Jangan Engkau berikan kepada kami pemimpin Yang merupakan isyarat kemurkaan Mu atas bangsa kami 


Wahai Maha Cahya di atas segala cahya 
Pancarkanlah cahya Mu di mata dan pandangan kami Pancarkanlah cahya Mu di telinga dan pendengaran kami Pancarkanlah cahya Mu di mulut dan perkataan kami Pancarkanlah cahyaMu di hati dan  keyakinan kami


Pancarkanlah cahya Mu di pikiran dan sikap kami 
Pancarkanlah cahya Mu di kanan dan kiri kami 
Pancarkanlah cahya Mu di atas dan bawah kami 
Pancarkanlah cahya Mu di dalam diri kami 
Pancarkanlah cahya Mu, ya Maha Cahya 


Agar kami dapat menangkap keindahan ciptaanMu dan meresapinya 
dapat menangkap keindahan anugerahMu dan mensyukurinya Agar kami dapat menangkap keindahan jalan lurusMu dan menurutinya 
dapat menangkap keburukan jalan sesat setan dan menghindarinya 


Pancarkanlah cahyaMu, ya Maha Cahya Agar kami dapat menangkap keindahan kebenaran dan mengikutinya 
dapat menangkap keburukan kebatilan dan menjauhinya Agar kami dapat menangkap keindahan kejujuran dan menyerapnya 
dapat menangkap keburukan kebohongan dan mewaspadainya 
Pancarkanlah cahyaMu, ya Maha Cahya 
Sirnakan dan jangan sisakan sekelumit pun kegelapan di batin kami.

Ya Maha Cahya di atas segala cahya

Jangan biarkan sirik dan dengki hasut dan benci ujub dan takabur kejam dan serakah dusta dan kemunafikan gila dunia dan memuja diri lupa akherat dan takut mati serta bayang-bayang hitam lainnya 

menutup pandangan mata-batin kami dari keindahan wajahMu. menghalangi kami mendapatkan kasihMu menghambat sampai kami kepadaMu. Ya Allah ya Tuhan kami, Ampunilah dosa-dosa kami Dosa-dosa para pemimpin dan bangsa kami 
Merdekakanlah kami dan kabulkanlah doa kami. Amin.

Rabu, 07 September 2011

Nasehat Imam Syafi`i RA

Perbanyaklah Amal Kebaikan
Nafsuku padam tatkala ubun-ubunku menyala. Malamku gelap gulita ketika bintang bersinar terang. Wahai burung hantu yang hinggap di atas ubun-ubunku! Ketika burung gagak terbang dariku, kau kunjungi daku dan kau lihat tubuhku semakin rapuh. Memang setiap tempat yang kau kunjungi bererti itulah tempat-tempat kerapuhan.


Masihkah dapat kunikmati manisnya hidup, meskipun rambutku semakin menipis dan ubanku semakin menyebar, sulit untuk disemir ? Ketika usia senja seseorang telah datang dan rambutnya semakin memutih, hendaknya dia segera menumpas keseronokan serta kekejian hari-harinya dengan kebaikan.

Tinggalkanlah perkara-perkara yang buruk ! Kenapa hal itu haram dilakukan oleh orang yang bertaqwa. Dan tunaikanlah zakat atas kedudukan atau jabatanmu, karena zakat tersebut sama dengan zakat harta bila telah sampai nisabnya.
Berlaku baiklah kepada orang lain. Kerana dengan begitu, kelak engkau akan dapat menguasai manfaat kepada orang lain.
Jangan berjalan di atas bumi dengan penuh keangkuhan. Ketahuilah bahwa tidak lama lagi bumi ini akan menelanmu.
Barangsiapa sedang mencicipi dunia, di situlah aku pernah merasakan pahit getirnya kehidupan. Bagiku dunia adalah tipu daya dan penuh berisi kedustaan, bagaikan fatamorgana di tengah padang sahara. Dunia tidak ubahnya bagaikan bangkai-bangkai busuk yang hanya anjing-anjing kelaparan yang mau mendekatinya. Jika engkau menjauhi dunia, kelak engkau akan terselamat dari kekotorannya. Tapi, jika engkau dekati dunia, maka engkau akan diserang oleh anjing-anjingnya.
Berbahagialah orang-orang yang kokoh azas imannya dan menutup diri dalam kesucian jiwa.

Akhlak Yang Baik
Jika aku dicaci maki oleh orang yang hina, itu pertanda bahwa derajatku akan bertambah. Karena tidak akan muncul keaiban kecuali akibat perbuatan seseoranng. Jika jiwaku belum menjadi mulia atas dunia akan kutetapkan ia di kalangan orang-orang yang hina. Jika semua usahaku kuniatkan hanya untuk kepentinganku sendiri, maka engkau akan menemukan diriku memiliki banyak kesempatan untuk itu. Tetapi, aku berusaha melakukan sesuatu untuk kepentingan kawan-kawanku. Sungguh merupakan suatu cela atas orang yang kenyang, sementara dia membiarkan kawan-kawannya kelaparan.
Suatu ketika aku pernah mendapat penghinaan dari orang bodoh, namun aku tidak menanggapinya. Dia semakin bodoh, dan aku semakin bijak. Ibarat batang kayu gaharu, semakin hangus dibakar, semakin harum baunya. Jika orang-orang bodoh bertutur kata di depanmu, janganlah engkau tanggapi ! Sebaik-baik tanggapan untuk mereka adalah dengan bersikap diam. Jika kau berbicara di hadapan mereka, janganlah sampai terbawa arus pendapat yang diciptakan mereka. Dan jika kau berpaling dari mereka, wajah mereka akan tampak pucat pasi.

Jiwa Yang Kerdil
Diriwayatkan oleh Abdullah Al-Asbahani dari Abu Nashr dari Abu Abdillah yang mengatakan bahwa pernah mendengar Imam As-Syafi'I berkata :
"Tumpukan uang dapat membuat orang-orang yang sebelumnya membisu menjadi banyak bicara. Hati mereka tidak pernah mengenali kelebihan orang lain, dan tidak tahu derajat kemuliaan mereka sendiri"


Jiwa Yang Mulia
Tercabutnya gigi, siksa di penjara, tercabutnya jiwa, ditolaknya cinta, sejuk yang mencengkam, hukuman gantung, menyamak kulit binatang tanpa sinar matahari, memakan daging, memburu burung, menanam biji di tanah yang gersang, memadamkan kobaran api, menanggung malu, menjual rumah dengan harga murah, menjual kasut, dan menghadapi keganasan cambukan rotan, semuanya itu masih lebih meminta belas kasihannya.

Tiga Penyebab Datangnya Penyakit
Terdapat tiga perkara yang dapat merusak manusia di samping juga dapat menyebabkan orang sehat menjadi sakit. yaitu membiasakan minum minuman keras , terlalu banyak bersenggama, dan terburu-buru memasukkan makanan ketika di mulut masih ada makanan.
Mestikah kutaburkan permata ke hadapan domba-domba bodoh, atau mestikah aku bersajak di depan pengembala kambing-kambing ?
Sungguh ! Jika hidupku terlantar di negeri ini, aku akan memanfaatkan kata mutiara yang keluar dari penghuninya.
Jika Allah masih menganugerahi aku dengan kasihnya, akan kutemukan orang-orang pandai dan bijak.
Akan kusebarkan ilmuku, dan kumanfaatkan kecintaan mereka. Jika tidak, maka ilmuku akan selalu ku simpan.
Barangsiapa mengajari orang bodoh, akan sia-sia. Barangsiapa melarang orang lain yang berhak mendapat ilmu, dzalimlah dia.

Meruntuhkan Kehormatan Orang Lain
Wahai orang yang telah menghancurkan kehormatan orang lain, dan yang memutuskan tali kasih sayang, kau akan hidup penuh kehinaan. Jika engkau orang merdeka dan dari keturunan orang yang baik-baik, pastilah engkau tidak akan menodai kehormatan orang lain.
Barangsiapa pandai menimbang orang lain, tentu orang lain akan menimbang dirinya dengan segenap kebaikannya. Cukup sudah bagiku pengajaran dari guruku.

Buruk Sangka
Prasangka selalu buruk dan prasangka buruk itu sumber fitnah. Ketika seseorang melemparkan tuduhan dalam keadaan lapar, ia hanya mengungkapkan prasangka baik dan ucapan yang enak didengar.

Terimalah Maaf Dengan Tulus
Terimalah permintaan maaf sahabatmu yang melakukan kesalahan, baik ia jujur mengatakannya kepadamu ataupun tidak. Dengan begitu bererti telah taat kepadamu orang yang engkau terima dari segi lahirnya saja. Dan telah membuatmu mulia orang yang bermaksiat kepadamu secara sembunyi-sembunyi

Permintaan Maaf Sebagai Penebus Dosa
Dikatakan kepadaku "Si fulan telah membuatku sedih". Padahal merupakan suatu cela bila seorang pemuda diperhatikan. Ku jawab : "Dia telah datang kepadaku untuk meminta maaf. Dan menurutku permintaan maafnya merupakan penebus dosanya."

Diam Membawa Keselamatan
Banyak orang berkata : "Mengapa engkau diam padahal engkau dimusuhi ?" Aku katakana kepada mereka : Menanggapi sesuatu permusuhan sama dengan melakukan kejahatan. Bersikap diam dalam menghadapi orang bodoh atau orang yang gila merupakan kebajikan jiwa. Di dalam sikap diam juga terdapat penjagaan bagi kehormatan. Tidakkah engkau lihat ! Harimau-harimau hutan itu ditakuti dan disegani ketika mereka diam, sedangkan anjing di jalan raya banyak yang dilempari karena selalu mengonggong.


Keutamaan Orang Pendiam
Aku menganggap diam sebagai perniagaan. Meskipun tak ada untungnya, paling tidak aku tak merugi. Diam ibarat barang niaga yang membawa banyak keuntungan bagi pemiliknya.

Sang Dermawan
Jika kamu tidak boleh bersikap dermawan, maka ingatlah bahwa hari-harimu yang telah berlalu tak akan kembali. Bukankah tanganmu boleh mengepal dan membuka ? Apa yang boleh kau harapkan ketika kau sendirian tatkala bumi mencengkam dirimu dengan kuku besinya ? Saat itulah tentu, engkau berharap untuk dapat kembali ke dunia, padahal hari-hari itu tak akan pernah kembali.

Ciri-ciri Orang Wara
Seorang yang memiliki sifat wara, tak akan mempedulikan kejelekan orang lain, karena disibukkan oleh aibnya sendiri, ibarat orang sakit, ia tak mungkin menghiraukan penyakit orang lain, kerana sibuk memperhatikan penyakitnya sendiri.

Mengendalikan Nafsu
Yaqut Al-Hamawiy berkata bahwa pada suatu hari ada seorang yang datang kepada Imam Syafi'i seraya membawa lembaran bertulis : "tanyakanlah kepada mufti Mekah dari keturunan Hasyim, apakah yang dia lakukan ketika sedang sangat marah kepada seseorang." Imam Syafi'i lalu menuliskan sesuatu di bawah pertanyaan itu.
Tekanlah nafsunya, kendalikan amarahnya dan hendaklah bersabar dalam menghadapi setiap persoalan.
Pembawa lembaran itu kemudian datang kembali sambil membawa tulisan yang baru sebagai jawaban fatwa Imam Syafi'i.
Bagaimana mungkin dia dapat menekan nafsunya pada saat nafsu itu telah menjadi pembunuh dan setiap hari ada saja halangan yang merintanginya.
Imam Syafi'i menjawab lagi.
Jika dia tidak mau bersabar atas derita yang menimpanya, maka tidak ada jalan lain baginya, kecuali hidup berhiaskan tanah.

Menyimpan Rahasia
Bila seseorang membuka rahasia peribadinya di depan orang banyak, kemudian dia mencela orang lain, maka orang tersebut dianggap tidak waras. Bila dia merasa dadanya sempit akibat rahasia peribadinya, maka ketahuilah bahwa dada tempat menyimpan rahasia tersebut lebih sempit lagi.

Hiasan Diri
Jagalah dirimu dan hiasilah dirimu dengan budi pekerti yang mulia ! Niscaya engkau akan hidup sejahtera, dan tutur kata orang-orang terhadapmu akan menjadi indah.
Janganlah memusuhi manusia, kecuali dengan sikap ramah. Nscaya akan ada yang menolongmu dan sahabat akan mengasihimu.
Tidak baik mencintai orang yang berwajah banyak (munafik) karena ia akan mengikut arah angin ke manapun angin itu bertiup.
Apakah arti banyak kawan jika mereka tidak menolong di waktu kita susah.


Sikap Lembut
Aku mengenali banyak orang, tetapi aku tidak pernah merasa dengki kepada mereka. Itulah sebabnya mereka sayang padaku. Bagaimana mungkin seseorang akan berlemah lembut kepada seorang pendengki, bila pendengki itu tidak menghendaki sesuatu apapun selain hilang nikmat dari orang tersebut.

Menjaga Diri
Jagalah dirimu baik-baik, niscaya isterimu akan menjaga dirinya dengan baik. Hindari perbuatan keji yang tidak pantas dilakukan oleh seorang muslim. Zina itu ibarat hutang, jika kau lakukan, maka isterimu dan anak-anakmu yang akan membayarnya. Renungkanlah.


Menjaga Lidah

Jagalah lidahmu kawan ! Agar ia tidak menyengatmu, karena lidah tidak ubahnya ular berbisa. Banyak orang binasa akibat perbuatan lidah, padahal dulu mereka dihormati kawan-kawannya.


Rahsia Peribadi
Jika hidupmu ingin selamat dari nista, agama mulia, dan hartamu terjaga, jangan sekali-kali engkau buka rahasia peribadi seseorang. Karena semua orang mempunyai rahasia pribadi, dan mereka juga mempunyai lidah.
Tetapi jika kedua matamu terbuka mencari keaiban, biarkanlah. Katakan saja : "Hai mataku ketahuilah bahwa semua manusia punya mata." Pergaulilah manusia dengan baik, tampakkan keramahan kepada manusia, dan layanilah mereka dengan baik. "


Menilai Diri Sendiri

Nilailah orang yang menilaimu dengan ukuran yang dipakainya waktu ia menilaimu. Siapapun yang datang dan berbaik hati padamu, sambutlah dengan hari lapang, dan siapa saja yang membencimu, layanilah. Kembalikanlah kepada Tuhan, karena segala sesuatu yang datang kepadamu berasal daripada-Nya.


Jika Akan Mulia Dengan Hidup Apa Adanya
Kubunuh sifat-sifta tamakku, maka tenanglah jiwaku. Jiwaku akan hina kalau aku tetap tamak. Kuhidupkan rasa puas yang telah lama mati, kerana dengan menghidupkannya harga diri dapat terjaga. Jika sifat rakus bersarang di hati seorang hamba, maka ia akan menjadi orang yang hina dina.


Diam Itu Lebih Baik
Tidak ada baiknya banyak bicara jika engkau telah mengetahui inti pembicaraannya. Bagi seseorang pemuda lebih baik diam daripada berbicara yang tidak pada tempatnya. Sebab, seseorang pemuda memiliki watak yang dapat dilihat dari raut mukanya.

Pahitnya Menjaga Kebaikan

Jangan engkau fikirkan kebaikan orang yang telah diberikan kepadamu. Pilihlah bahagian yang sesuai untukmu. Bersabarlah ! Sesungguhnya sabar itu perisai diri. Pemberian-pemberian orang lebih berat tanggunggannya di hati dibandingkan tusukan tombak.


Berpaling Dari Orang Bodoh
Berpalinglah dari orang-orang yang bodoh, karena yang dikatakannya bermula dari kebodohannya. Tidak adasungai Eufrat yang dalam itu, jika ada anjing yang menyeberanginya.

Mata Orang Yang Ridha Itu Tumpul Terhadap Kesalahan
Mata orang yang ridha seringkali tumpul terhadap semua keaiban. Tapi mata orang yang benci sering kali memusatkan kejelekan. Aku tidak takut kepada orang yang tidak takut kepadaku. Maka cintaku pun akan mendekat kepadanya. Dan jika cintanya menjauhi dariku, maka kita dapat hidup sendiri, apa lagi jika kita telah mati.

Senin, 05 September 2011

Kemerosotan Rasa Nasionalisme

Jakarta, NU Online 
Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj mengingatkan penyelenggara pemerintahan untuk mewaspadai terjadinya kemerosotan rasa nasionalisme oleh masyarakat, yang belakangan kian terasa nyata. Sejumlah hal disebutkan sebagai penyebab, dan Pemerintah diminta segera mengatasinya. 

Pesan ini disampaikan Kang Said, demikian Kiai Said biasa disapa di Jakarta, Minggu, 4 September 2011. Pesan yang sama juga sempat disampaikan saat buka bersama TNI Angkatan Laut pada akhir Ramadhan lalu. 

"Kemerosotan nasionalisme itu dari hari ke hari semakin nyata, semakin bisa ditemukan dengan mudah di tengah masyarakat. Itu harus diwaspadai, harus dan tidak bisa tidak," ungkap Kang Said. 

Terjadinya kemerosotan rasa nasionalisme, menurut Kang Said disebabkan oleh sejumlah hal, yaitu pesatnya kemajuan teknologi, dimana Pemerintah masih dianggap lamban menyikapinya. Masyarakat yang semakin melek IT dianggap wajib diimbangi oleh pemahaman kebangsaan. 

Penyebab lain terjadinya kemerosotan rasa nasionalisme adalah sikap Pemerintah yang kurang tegas dalam sejumlah kebijakan, termasuk dalam pemberantasan tindak pidana korupsi yang sebelumnya digadang-gadang menjadi pekerjaan utama pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kenyataan yang ada saat ini tak bisa dipungkiri menurunkan kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah, yang ujungnya menjadikan rasa nasionalisme ikut merosot. 

"Masyarakat sudah dewasa, sudah tidak bisa ditutupi lagi. Pemberantasan korupsi masih setengah-setengah, berbeda dengan apa yang disampaikan oleh presiden. Apa yang ditangani KPK sekarang ini hanya yang kecil-kecil, yang lebih besar masih banyak dan pembuktiannya terus ditunggu oleh masyarakat," tegas Kang Said. 

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Kang Said menyarankan, Pemerintah harus benar-benar mengedepankan sikap waspada, diimbangi dengan pemberian pemahaman kebangsaan yang baik kepada masyarakat secara terus menerus. Nahdlatul Ulama sebagai salah satu civil society diakui terus mendukung Pemerintah dalam upaya tersebut. 

"Nahdliyin sampai sekarang Alhamdulillah masih bisa menunjukkan nasionalisme yang baik. Ini bukti nyata bahwa Nahdliyin adalah penganut agama yang baik, yang terus menjalankan kewajiban ibadahnya, sehingga kepatuhannya nyata. Tetapi kondisi apapun bisa terjadi, dan PBNU siap mendukung Pemerintah untuk terus meningkatkan rasa nasionalisme masyarakat," tuntas Kang Said. 

Redaktur : Emha Nabil Haroen 
Penulis    : Samsul Hadi