Senin, 05 September 2011

Kemerosotan Rasa Nasionalisme

Jakarta, NU Online 
Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj mengingatkan penyelenggara pemerintahan untuk mewaspadai terjadinya kemerosotan rasa nasionalisme oleh masyarakat, yang belakangan kian terasa nyata. Sejumlah hal disebutkan sebagai penyebab, dan Pemerintah diminta segera mengatasinya. 

Pesan ini disampaikan Kang Said, demikian Kiai Said biasa disapa di Jakarta, Minggu, 4 September 2011. Pesan yang sama juga sempat disampaikan saat buka bersama TNI Angkatan Laut pada akhir Ramadhan lalu. 

"Kemerosotan nasionalisme itu dari hari ke hari semakin nyata, semakin bisa ditemukan dengan mudah di tengah masyarakat. Itu harus diwaspadai, harus dan tidak bisa tidak," ungkap Kang Said. 

Terjadinya kemerosotan rasa nasionalisme, menurut Kang Said disebabkan oleh sejumlah hal, yaitu pesatnya kemajuan teknologi, dimana Pemerintah masih dianggap lamban menyikapinya. Masyarakat yang semakin melek IT dianggap wajib diimbangi oleh pemahaman kebangsaan. 

Penyebab lain terjadinya kemerosotan rasa nasionalisme adalah sikap Pemerintah yang kurang tegas dalam sejumlah kebijakan, termasuk dalam pemberantasan tindak pidana korupsi yang sebelumnya digadang-gadang menjadi pekerjaan utama pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kenyataan yang ada saat ini tak bisa dipungkiri menurunkan kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah, yang ujungnya menjadikan rasa nasionalisme ikut merosot. 

"Masyarakat sudah dewasa, sudah tidak bisa ditutupi lagi. Pemberantasan korupsi masih setengah-setengah, berbeda dengan apa yang disampaikan oleh presiden. Apa yang ditangani KPK sekarang ini hanya yang kecil-kecil, yang lebih besar masih banyak dan pembuktiannya terus ditunggu oleh masyarakat," tegas Kang Said. 

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Kang Said menyarankan, Pemerintah harus benar-benar mengedepankan sikap waspada, diimbangi dengan pemberian pemahaman kebangsaan yang baik kepada masyarakat secara terus menerus. Nahdlatul Ulama sebagai salah satu civil society diakui terus mendukung Pemerintah dalam upaya tersebut. 

"Nahdliyin sampai sekarang Alhamdulillah masih bisa menunjukkan nasionalisme yang baik. Ini bukti nyata bahwa Nahdliyin adalah penganut agama yang baik, yang terus menjalankan kewajiban ibadahnya, sehingga kepatuhannya nyata. Tetapi kondisi apapun bisa terjadi, dan PBNU siap mendukung Pemerintah untuk terus meningkatkan rasa nasionalisme masyarakat," tuntas Kang Said. 

Redaktur : Emha Nabil Haroen 
Penulis    : Samsul Hadi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar